Diawal cerita saya ini, terlebih dahulu saya bersyukur kepada Allah
SWT. karena saya bisa melanjutkan kuliah saya pada semester dua ini. Dan
Alhamdulillah berkat doa kedua orang tua saya, saya bisa bertahan di kota
Surabaya ini yang kata orang kota Pahlawan.
Pada tanggal 2 maret 2015 disitu saya memulai perkuliahan untuk
semester dua ini, dan ternyata pertemuan pertama pada hari itu mata kuliah
Tafsir BKI yang dosennya tidak asing lagi. Dosennya itu adalah Prof. Dr. Muh.
Ali Aziz, M, Ag. Beliau adalah seorang penulis buku yang terkenal diseluruh
dunia. Beliau juga orangnya disiplin dan baik terhadap mahasiswa terutama kelas
saya yaitu kelas B3. Beliau tidak pernah lepas memberikan kami motivasi,
dorongan dan cerita pengalamannya diluar yang membuat kita termotivasi untuk
mengikuti jejak beliau. “Semoga saya bisa seperti beliau.” bisikan dalam hatiku
yang paling dalam.
Pada pertemuan pertama yaitu pada tanggal 2 maret 2015, Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz, M, Ag langsung memberikan kami tugas kelompok yaitu mencari
tafsir BKI yang dimana kita mencari pada tiga tafsir, yaitu Tafsir Al-Munir,
Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Al-Azhar. Dan ketika beliau menjelaskan prosedur
pembuatan buku ini. Pada semester ini beliau memberikan tugas kepada kami bukan
lagi membuat makalah tapi kita disuruh untuk membuat buku. Kemudian menjelaskan
juga materi sedikit tentang tafsir bki ini. Beliau menjelaskan dan memberikan
gambaran tentang kewajiban berdakwah, ayat-ayat yang termasuk atau yang
dianjurkan untuk berdakwah kepada masyarakat. Dan juga beliau menjelaskan
tentang MUNASABAH ayat sebelumnya. Dan yang saya tangkap itu munasabah adalah
penjelasan ayat sesuai pada ayat sebelumnya.
Ketika beliau menjelaskan diatas saya mengerti tapi kekurangan saya
itu takut bicara depan beliau. Saya tidak tau kenapa saya bisa takut bicara
depan beliau kalau dikelas. Tetapi lama kelamaan ternyata saya takut salah
bicara dan malu kalau nanti bicara saya salah dan tidak nyambung dengan
pembahasaan. Dan ketika itu saya hanya diam tanpa kata di kelas dan merasa
takut kalau saya ditunjuk untuk bicara. Begitulah saya dikelas pada pertemuan
pertama ini. Sampai-sampai saya ketiduran dikelas gara-gara tidak bisa bicara dan
aktif pada diskusi pada pertemuan pertama ini. Dan ketika itu saya berpikir,
“Kenapa teman-teman saya bisa, kenapa saya tidak,?” itulah suatu kalimat yang
ada dipikiranku dan sampai sekrang saya belum bisa terlalu berani bicara depan
umum apalagi depan teman-teman saya dikelas.
Kemudian beliau membagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok 1
membuat buku tentang ayat-ayat Bimbingan Konseling Islam dan mencari di tafsir
al-munir. Kelompok 2 membuat buku tentang ayat-ayat Bimbingan Konseling Islam
dan mencarinya di tafsir ibnu kathsir. Dan kelompok 3 membuat buku tentang
ayat-ayat Bimbingan Konseling Islam dan mencarinya di tafsir al-azhar. Ketika
itu saya dikelompok dua yaitu mencari ayat-ayat tentang Bimbingan konseling
Islam didalam tafsir ibnu katsir. Saya mempunyai teman kelompok sebanyak 10
orang, diantaranya Muhammad Mizan, Ahmad Rifai, Rahmat Hidayat, Syarif
Hidayatullah, Murni Janwar, Iva Umi Agustina, Nadia Nafisah, Rifki Muhammad
Nur, dan Zahra Nisaul Azizah. Dan beliau mengatakan,”Minggu depan sudah selesai
dan bisa di diskusikan juga”. Disitu saya merasa cepatt sekali tapi beliau
memberikan saya dan teman saya motivasi dan dorongan dan akhirnya saya mengatakan
didalam hati,”Saya pasti bisa membuat itu”
Dan akhirnya semuanya tepuk tangan dan ketika itu juga pertemuan
pertama telah selesai karena jam menunjukkan pukul 11.20 pertanda kalau mata
kuliah prof telah selesai. Tetapi kelompok kami yaitu kelompok dua belum balik
dulu karena ketua kelompok saya yaitu Muh.mizan mau membagi tugas-tugas per-anak.
Setelah dibagi dan juga saya sudah mengetahui tugas saya dan akhirnya saya
balik di asrama tercinta saya, didalam hati saya ketawa,”hehee”.
Keesokan harinya kelompok saya berkumpul diperpustakan UIN Sunan
Ampel Surabaya untuk mencari buku atau tafsir ibnu katsir. Berjam-jam saya
diperpustakan bersama teman kelompok saya dan akhirnya buku atau tafsir yang
kami cari itu sudah dikumpulkan dan ketika itu kami mencari tempat untuk rapat
sebentar lagi. Dirapat itu teteh Zahra menjelaskan sedikit tentang cara
pembuatan buku ini dan lama kelamaan teteh Zahra memberikan dedline sampai hari
rabu semuanya sudah selesai. Dan disitu saya berbicara karena cepat sekali
kumpulnya dan juga waktu itu saya yang paling banyak mendapatkan tugas,” teteh
Zahra yang cantik, kenapa cepat sekali kamu tidak kasian lihat saya yang banyak
sekali ayat yang saya dapatkan,?” lalu teteh Zahra menjawab, “Itu tidak cepat
kurniawan, ingat kata prof, Jangan mengeluh kalau kita mendapatkan tugas,
cintailah tugas itu sebagaimana kamu cinta kepada orang tua kamu”. Lalu saya
berkata lagi,”oke saya pasti bisa ko teteh tapi tidak lepas juga bantuan teman
yahh,” dan teman-teman saya serentak bicara,”kami siap ko bantu kamu
kurniawan”. Disitulah saya merasa terharu dan bangga mempunyai teman seperti
kalian.
Setelah itu saya pulang sama teman-teman saya kembali ke asrama
sambil membawa buku dan tafsir ibnu katsir. Ketika sampai dikamar saya
istirahat baring di kasur sampai ketiduran bersama teman-teman kelompok saya.
Pada jam 18.05 saya bangun dari tidur saya dan langsung ambil alat
mandi lalu mandi. Setelah mandi saya solat magrib berjamaah sama muazib teman
kamar mizan. Setelah shalat magrib saya langsung kerja tugas yang diberikan
oleh dosen tafsir BKI Prof. Dr. Muh. Ali Aziz, M, Ag. Saya kerja tugas itu
sampai jam 9 malam dan setelah itu tidur.
Hari demi hari kulalui dan akhirnya selesai juga tugas saya. Ketika
itu kalau tidak salah malam kamis kelompok saya kumpul dimasjid untuk melihat
sejauh mana dikerjakan tugas ini. Dan Alhamdulillah punya saya sudah selesai
meskipun masih banyak yang kurang dan harus saya perbaiki lagi atau revisi lagi.
Pada tanggal 9 maret 2015 pertemuan kedua bersama beliau
berlangsung. Disitu kami memulai diskusi tentang ayat-ayat tafsir bimbingan
konseling islam yang diambil dalam 3 tafsir, yaitu tafsir al-munir, tafsir ibnu
katsir, dan tafsir al-azhar. Kemudian setelah itu masing-masing perwakilan
kelompok membacakan tugasnya yang dikerjakan kemarin. Dimulai dari kelompok
tafsir al-munir membacakan ayatnya munasabahnya dan kesimpulannya. Kalau tidak
salah yang membcacakan tugasnya dari tafsir al-munir itu Muhammad Algifari.
Setelah algi membacakan yang dia kerjakan Prof Ali menambahkan dan mengoreksi
sedikit.
Setelah itu beliau menunjuk lagi dari kelompok saya yaitu tafsir
ibnu katsir. Perwakilan kelompok saya yaitu Ahmad Rifai. Dan rifai membacakan
ayatnya, munasabahnya, dan kesimpulannya. Setelah rifai membacakan yang dia
kerjakan prof Ali menyuruh Rifai membacakan ulang karena mungkin prof Ali belum
menangkap yang rifai sampaikan. Akhirnya rifai membaca lagi yang ia bacakan
tadi. Ketika rifai selesai membacanya lagi Prof Ali belum juga menangkap yang
dibacakan oleh Rifai. Akhirnya prof Ali memberikan kesempatan yang lain untuk
menjelaskan kembali punya rifai. Lama kelamaan ada seorang yang mengangkat
tangan dan dia adalah teteh Zahra yang mengangkat tangan. Dan teteh Zahra
menjelaskan kembali munasabah yang dia dapat dari rifai. Ketika teteh Zahra
selesai menjelaskan munasabah yang rifai baca tadi, Prof Ali langsung menangkap
apa yang dijelaskan oleh teteh Zahra tadi.
Kemudian Prof Ali menyuruh lagi dari kelompok tafsir al-azhar untuk
menjelaskan ayat-ayatnya, munasabahnya, dan kesimpulannya. Kalau tidak salah
perwakilan dari kelompok tafsir al-azhar itu Nurfaega. Setelah nurfaega
membacakannya temannya lag yaitu nanang supratna menambahkan sedikit apa yang
nurfaega sampaikan. Ketika nanang selesai menambahkan sedikit apa yang nurfaega
sampaikan dan moderator mengembalikan kepada Prof Ali untuk menjekaskan lebih
lanjut. Prof Ali menjelaskan kembali apa yang benar atau apa yang tepat untuk
munasabah pada ayat yang tadi dibacakan oleh perwakilan setiap kelompok.
Setelah lama bercerita dan menjelaskan Prof Ali lagi-lagi memberikan kami
motivasi dan dorongan. Tetapi waktu itu saya hanya diam lagi tanpa bicara
apapun. Saya mau bertanya tetapi saya takut lagi bicara, entah kenapa penyakit
atau rasa takut itu datang lagi. Saya belum bisa berani bicara depan umum
karena saya masih ada rasa takut salah yang tidak bisa saya lawan.
Kemudian lama kelamaan jam menunjukkan pukul 10.20 lah. Perut saya
bersuara dan selalu bersuara. Ternyata itu pertanda bahwa saya lapar. Saya
berkata dalam hati, “Kapan yaah selesainya ini,lamaa sekali perut juga sakit
mau makan hmmm”. Sambil menunggu mata kuliah ini selesai kami mengajak sebentar
Prof Ali bercerita-cerita, bercanda-tawa tapimeskipun begitu rasa lapar saya
tidak berubah alias tambah lapar karena selalu ketawa-ketiwi. Setelah itu Prof
Ali melanjutkan penjelasan demi penjelasan ayat tentang kewajiban berdakwah.
Tetapi kali ini saya tidak bisa tahan lagi rasa lapar saya ini dan akhinya saya
berkata dalam hati,”Mendingan saya tidur saja kalau begini supaya rasa lapar
ini tidak terasa”. Dan akhinya saya tertidur di belakang rahmat hidayat supaya
Prof Ali tidak melihat saya.
Lama kelamaan Mizan membangunkan saya karena jam menunjukkan pukul
11.15, itu pertanda bahwa mata kuliah Tafsir Bimbingan Konseling Islam yang
dosennya Prof. Dr. Muh. Ali Aziz, M, Ag akan berakhir. Dan saya bangun dari
tidur saya sambil mengatakan dalam hati,”Alhamdulillah akhinyaa selesai juga”.
Sambil saya ketawa dalam hati. Setelah itu saya pulang dan langsung keluar
makan karena saya lapar sekali. Kemudian setelah itu saya pulang kepesma karena
panas sekali dan juga kepala saya pusing sekali.
Ketika saya sampai di pesma saya langsung kekamar mandi untuk ambil
air wudhu kemudian shalat dhuhur. Setelah selesai shalat, saya istirahat
dikamar, sambil mendengarkan music sampai-sampai saya ketiduran.
Hari demi hari telah saya lewati bersama teman-teman saya, akhinya
hari senin tiba lagi dan pertemuan ketiga berlangsung lagi. Seperti biasa
ketika Prof Ali masuk kami serentak berdoa dulu sebelum belajar. Setelah
selesai berdoa Prof Ali memberikan motivasi, dorongan untuk bangkit lagi dan
memberikan nasehat kepada kami supaya kami bisa mengikuti jejak beliau.
Amien...
Setelah itu prof menyuruh kita untuk membagi kelompok seperti
biasanya. Kemudian membacakan tugas tafsir masing-masing seperti biasa. Tapi
sebelum itu, beliau bercerita bahwa sahnya minggu depan beliau tidak masuk
karena beliau mau pergi ke Hongkong. Beliau kesana karena dia dipanggil untuk
menjadi pemateri didepan professor-profesor yang handal. Diskusi pun dimulai.
Pembacaan ayat, munasabah dan kesimpulan dimulai pada kelompok tafsir al-munir
yang dibacakan oleh algifari. Setelah itu dilanjutkan lagi kelompok tafsir ibnu
katsir yang dibacakan oleh rifai sinaga. Pada jam 11.00 diskusipun selesai dan
siap-siap untuk kembali ke pesma dan pesmi.
Pada beberapa pengejaan kata" nya masih kurang begitupun penulisan nama orang.
BalasHapusNama Pak Prof di lihat lagi yaa
BalasHapus